Wirausaha Kerajinan Batok Kelapa

wirausaha

User Rating: / 7
PoorBest 
Wirausaha Kerajinan Batok Kelapa - 4.3 out of 5 based on 7 votes

Pastikan anda Like UKM Kecil di Facebook untuk mendapat update inspirasi terbaru. Silahkan Login untuk merating artikel.

Wirausaha Kerajinan Batok Kelapa

Tas Kerajinan Batok Kelapa

Limbah tidak selamanya hanya menjadi sampah. Dengan sedikit kreatifitas, barang yang tak bernilai dapat diubah menjadi 'mesin penghasil uang'. Salah satu contohnya adalah cangkang atau batok kelapa.

 

Batok kelapa yang tidak memiliki nilai, masih dapat disulap menjadi barang yang bermanfaat, salah satunya adalah dibakar untuk menjadi arang. Tetapi ternyata, cangkang kelapa ini masih dapat diubah menjadi barang yang lebih bernilai dari sekedar arang saja.

 

Adalah Ade Sumarno, seorang pria berumur 27 tahun yang sukses menyulap batok kelapa ini menjadi berbagai barang kerajinan batok kelapa unik. Mulai dari barang keperluan sehari hari sampai hiasan rumah yang mempunyai nilai seni.

 

Ade Sumarno mulai menggeluti bisnis ini sejak tiga tahun lalu. Awalnya, Ade mengubah limbah kelapa tersebut menjadi pernak pernik untuk ucapan terima kasih di pernikahan. Bentuknya bermacam macam, mulai dari sendok, garpu, asbak dan lainnya.

 

"Modalnya tidak banyak, hanya perlu batok kelapa, alat potong seperti gergaji, lem dan ampelas saja," tuturnya kepada detikFinance saat ditemui di tempat kerjanya, Bandung, Minggu (6/11/2011).

 

Ade pun mulai melebarkan usahanya dengan mencoba menggali kreatifitasnya supaya dapat memberi nilai tambah bagi usahanya tersebut. Ade pun mulai mencoba membuat pajangan serta hiasan rumah dari batok kelapa tersebut.

 

Telah beberapa pajangan Ade hasilkan, berbentuk gajah, kuda bahkan mahluk mitologi yang hanya ada dalam dongeng, yaitu naga. Ade mengaku dapat menerima pesanan untuk hiasan rumah tersebut, tidak hanya bentuk yang telah ada, tapi tergantung keinginan pelanggan.

 

"Semua model juga dapat tergantung keinginan. Bisa model becak atau motor Harley (Davidson). Binatang lain juga dapat tidak hanya kuda atau naga," kata wirausaha muda ini.

 

Untuk waktu pengerjaan, Ade mengatakan, tergantung dari bentuk serta tingkat kerumitan pemesanan. Ade mencontohkan, pengerjaan model naga yang cukup rumit membutuhkan waktu sekitar dua minggu, sementara model kuda yang lebih sederhana dapat di rampung hanya sekitar empat hari saja.

 

Harga yang ditawarkan pun beragam, sesuai dengan tingkat kesulitan dan hasil akhirnya. Ade menjual pajangan dan hiasan batok kelapa mulai dari Rp 500 ribu sampai Rp 1,5 juta.

 

Saat ini, Ade yang belum mempunyai toko sendiri, menjajakan barang dagangannya dengan menitip di galeri galeri seni sampai gerai gerai di stasiun dan hotel. Tetapi, Ade mengaku pembelian paling sering dilakukan oleh orang asing melalui pemesanan.

 

"Kebanyakan yang beli memang dari luar. Mereka biasanya telepon ingin model seperti apa. Nanti sesudah selesai langsung dikirim," ujarnya.

 

Selain itu, wirausaha muda ini saat ini sedang mencoba untuk mengkolaborasi buah karyanya itu dengan medium keramik. Salah satunya adalah merangkai batok kelapa yang sudah dipotong di atas papan keramik berukuran 30x30 cm.

 

Menurutnya, keramik tersebut dapat disusun di tembok sehingga menjadi hiasan dinding yang cukup menawan. Bahkan, Ade mengaku pernah menerima pesanan dari salah satu direktur Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk menghias seluruh dinding kamar mandinya dengan ornamen batok kelapa tersebut.

 

Atas jerih payahnya tersebut, Ade dapat meraup omzet sekitar Rp 10-20 juta per bulan. Uang yang cukup besar tersebut awalnya hanya dari modal yang sangat kecil, bahkan tidak sampai jutaan rupiah.

 

"Dari satu karung batok kelapa itu tidak sampai Rp 100 ribu. Itu isinya sekitar 10 kg, bisa jadi puluhan bentuk akhirnya," tambahnya.

 

Anda tertarik dengan peluang usaha kerajinan batok kelapa ini?

Bisa anda hubungi:

Ade Sumarno

Jalan Terusan Dursasana

Bandung 40173

Email: This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it

Facebook: This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it

Refferensi

Silahkan di share atau like ke social media di bawah ini supaya lebih banyak lagi yang mendapat manfaat. Copy artikel harus memberikan live link ke sumber artikel

Akses ditolak!
Silahkan Login atau Register Untuk berkomentar!