wirausaha

Belajar Budidaya Sidat dari Aphin Suprayitno

wirausaha

Written by Dody Tabrani

User Rating: / 11
PoorBest 
Belajar Budidaya Sidat dari Aphin Suprayitno - 4.5 out of 5 based on 11 votes

Pastikan anda Like UKM Kecil di Facebook untuk mendapat update inspirasi terbaru. Silahkan Login untuk merating artikel.

Belajar Budidaya Sidat dari Aphin Suprayitno

wirausaha sukses budidaya sidat
Suprayitno (25) atau yang biasa dipanggil Supra, merupakan seorang buruh migran yang berasal dari Desa Pesanggrahan, kec. Kroya, kab. cilacap, Jawa tengah. Sudah 4 tahun lamanya Pria Lulusan salah satu Sekolah Teknologi Menengah  Di Purwokerto ini mengadu nasib di negara Taiwan dan kini menjadi seorang wirausaha sukses di daerahnya berkat ikan sidat.

Awalnya Supra bekerja disebuah kapal penangkap ikan yang beroperasi di sekitar  perairan Argentina, pekerjaannya sebagai seorang pelaut Supra  terapung - apung ditengah samudra hingga berbulan - bulan lamanya, kondisi inilah yang membuat suprayitno merasakan beban pekerjaannya terlalu berat, hingga sesudah pelayaran pertamanya selesai, Supra langsung memutuskan untuk keluar dari pekerjaannya sebagai pelaut, setelah itu berkelana mencari pekerjaan lain di Negeri orang yang belum pernah dikenalnya.


Sesudah beberapa waktu menganggur, akhirnya Supra mendapatkan informasi dari salah seorang sahabatnya, bahwa ada sebuah tambak ikan sidat (eel glass) yang membutuhkan pekerja, dia pun langsung mendatangi tempat yang dimaksud oleh sahabatnya itu, dan ternyata informasi tersebut betul, Supra pun langsung diterima bekerja di tambak sidat milik orang taiwan itu.

Rutinitas sehari - hari supra yaitu merawat ikan sidat di tambak yang luasnya mencapai sekitar 1 hektare, supra bekerja seorang diri setiap hari nya, sesudah hampir empat  tahun bekerja disana, Supra pun menjadi orang kepercayaan pemilik tambak itu, hal ini membuat Supra makin paham seluk beluk dunia budidaya sidat, Supra tahu betul bagaimana cara memperlakukan sidat peliharaannya, dari mulai proses penebaran bibit, cara pemberian pakan, proses pemeliharaan, hingga proses pemanenan, bahkan Supra tahu betul bila sidat peliharaannya sedang sakit, dan Supra pun tahu persis cara mengobatinya.

Menurut Supra, sidat yang mempunyai ukuran super bisa dipanen saat usia 5 s/d 6 bulan, setiap kali panen tambak seluas 1 hektare, bila dikurskan dengan Rupiah dapat menghasilkan uang Rp.800juta-an, dengan harga perkilogram Rp.120.000.

Suprayitno - pun tidak segan berbagi pengalaman terhadap siapapun yang ingin mengetahui seluk beluk budidaya sidat, melalui situs jejaring sosial facebook Supra biasa mengunggah video kegiatan sehari - harinya, Sudah cukup banyak video nya yang diunggah ke situs jejaring sosial facebook, beliaupun selalu
menjawab pertanyaan dari siapapun seputar dunia perikanan sidat. Melalui akun facebook.com/suprax9, supra selalu berbagi pengalaman serta pengetahuan tentang seluk beluk budidaya sidat.

Menurut Supra, budidaya sidat bisa jauh lebih bagus bila dikembangkan di Indonesia, menurutnya hal ini disebabkan di Indonesia tidak ada musim dingin, sehingga ikan sidat akan lebih cepat besar, sebab berdasarkan pengalamannya setiap musim dingin tiba, maka ikan sidat akan kehilangan nafsu makannya.  ( dari Pasar Komunitas 21 Apr 2011/ indonesian-eel )

Jadikan anda wirausaha sukses berikutnya

 

Peluang Usaha dari Bahan Limbah CD Bekas

wirausaha

Written by Dody Tabrani

User Rating: / 25
PoorBest 
Peluang Usaha dari Bahan Limbah CD Bekas - 4.8 out of 5 based on 25 votes

Peluang Usaha dari Bahan Limbah CD Bekas

Ide Peluang usaha ini berawal terhadap kepedulian terhadap limbah CD bekas . Kalau pada tahun 2004 saja sudah terdapat sekitar 30 miliar keping CD maka saat ini mungkin sudah mencapai ratusan miliar. Padahal, benda ini tergolong kurang awet karena rentan terkena gores, debu, panas dan sebagainya. Jika setiap keping CD yang rusak lantas dibuang begitu saja sama artinya menciptakan pencemaran lingkungan yang luar biasa. Maka jangan buru-buru membuang tumpukan kaset CD, VCD, dan DVD rusak ke keranjang sampah. Mengapa? Kaset CD bekas masih bisa dimanfaatkan dan bisa membuka Peluang Usaha. Tengok saja usaha yang dirintis oleh Tri Heri Subagyo. Warga Bekasi ini memanfaatkan limbah CD bekas sebagai bahan baku kerajinan unik nan cantik dan menjadi wirausaha sukses karenanya.


Berbagai hiasan menarik telah dihasilkan mulai dari bingkai foto, tempat pensil, binatang, boneka Jepang, pin hingga rumah-rumahan. Sekilas, orang pasti tidak akan menyangka jika bahan baku hiasan itu terbuat dari CD bekas. Sebab setelah dipadupadankan dengan bahan-bahan lain, bentuk bahan aslinya nyaris tidak kelihatan. Bentuk dominan cakram bundar terkadang memang masih mudah dikenali, kecuali jika memang sengaja dipotong-potong ke bentuk lain sesuai dengan ide pembuatannya.


Kerajinan Alit Craft dimulai sekitar pertengahan 2008. Awalnya Heri menggunakan limbah kayu-kayu bekas yang harganya murah. Namun usahanya itu sempat terhenti dan baru dilanjutkan Januari 2009, yakni setelah ia mendapat gagasan membuat kerajinan yang memanfaatkan limbah CD bekas. Secara kebetulan ia juga bekerja freelance di bidang IT sehingga  ditempatnya banyak terdapat CD bekas. Di samping itu bahan baku juga mudah diperoleh di tempat pemulung, yang biasanya dihargai Rp5 ribu/kg. So, anda tertarik dengan usaha rumahan yang satu ini

Sumber : majalahpengusaha.com

   

Page 8 of 8

<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 Next > End >>