Mau Bisnis Besar Atau Usaha Kecil

ukm

User Rating: / 10
PoorBest 
Mau Bisnis Besar Atau Usaha Kecil - 4.6 out of 5 based on 10 votes

Pastikan anda Like UKM Kecil di Facebook untuk mendapat update inspirasi terbaru. Silahkan Login untuk merating artikel.

Mau Bisnis Besar Atau Usaha Kecil

Bisnis Besar VS Usaha Kecil

Bila suatu saat ada yang bertanya pada kita dengan modal yang sama apakah mau bisnis besar atau usaha kecil, sebagian besar dari kita pastilah akan memilih membuka bisnis besar. Tentu jawaban ini sah saja karena memang kita lebih tergiur oleh keuntungan yang tentu sudah langsung terbayang akan besar pula yang kita dapat bila langsung membuka bisnis skala besar. Walau begitu, membangun sebuah usaha kecil dengan jumlah yang banyak juga bukan jawaban yang salah. Baik bisnis yang besar maupun usaha kecil yang banyak jumlahnya tentulah memiliki kekurangan dan kelebihan masing masing.

 

Sebagai contoh saya ambil dari suatu kasus dimana ada dua orang mempunyai modal 40 juta, satu orang berbisnis besar dengan membuka sebuah bengkel motor dan mobil sedangkan seorang lagi hanya memilih usaha kecil dengan berjualan es cincau. Pada kasus orang pertama, dia menginvestasikan seluruh modalnya untuk memulai bisnis bengkel motor dan mobil ini. Untuk memulai usaha bengkelnya di perlukan beberapa izin khusus seperti izin gangguan, izin usaha, NPWP . Selain itu juga di perlukan tenaga ahli untuk montir, kasir/keuangan dan juga pencatatan transaksi yang lebih detail. Dengan asumsi bengkel ini menerima 10 mobil dan 10 motor setiap hari dan biaya jasa servise ( diluar pergantian sparepart ) Rp 100 ribu untuk mobil dan Rp 50 ribu untuk motor, maka akan ada pemasukan sebesar Rp 1,5 juta/hari atau sekitar Rp 45 juta/bulan. Bila di kurangi biaya operasi ( biaya sewa gedung, gaji karyawan, restibusi dan pajak, dan lainnya ) sekitar 50% dari omzet, maka keuntungan bersih yang di dapat sekitar Rp 22,5 juta.

 

Sedangkan pada orang kedua yang mengambil usaha kecil. Orang ini menginvestasikan uangnya untuk mengambil waralaba es cincau dengan harga Rp 4 juta per paket ( sudah termasuk gerobak dan peralatan usaha ), jadi ada 10 paket yang di ambil dan di sebar di 10 lokasi. Untuk memulainya tidak di perlukan mengurus izin baru karena perizinan seperti SIUP, izin gangguan dan NPWP sedangkan Sertifikasi Halal MUI / Registrasi BPOM sudah di urus oleh pemilik waralaba. Cukup mengurus izin ke RT/RW karena kita menyimpan gerobak di rumah kita. Untuk karyawan tidak di butuhkan keahlian khusus, cukup cari 10 karyawan yang jujur dan bisa di percaya. Tidak diperlukan pencatatan transaksi yang detail, cukup pencatatan sederhana untuk setoran harian. Dengan harga jual Rp 2000 per cup dan asumsi dalam satu hari per lokasi dapat menjual 100 cup. Maka akan ada pemasukan sebesar Rp 200 ribu /lokasi/hari atau Rp 2 juta/perhari dari seluruh lokasi paket.

 

Dalam satu bulan omzet yang di dapat mencapai Rp 60 juta. Sedangkan biaya operasi meliputi biaya bahan baku ( cincau, gula,es ) yang di pasok dari pemilik waralaba sebesar Rp 50 ribu/paket/hari dan gaji karyawan sebesar Rp 50 ribu /hari. Total biaya operasi sebesar Rp 30 juta. Keuntungan bersih yang di dapat sebesar Rp 30 juta/bulan. Lebih besar dari Bisnis besar bangkel motor dan mobil.

 

Dari pemaparan di atas, dapat di simpulkan kekurangan dan kelebihan dari bisnis besar maupun usaha kecil sebagai berikut:

 

1. Pada bisnis besar di perlukan birokrasi yang panjang untuk mengurus perizinan usaha sedangkan pada usaha kecil tidak di perlukan.

2. Biaya restribusi dan pajak cukup besar sedangkan pada usaha kecil restribusi nyaris tidak ada hanya uang keamanan dan kebersihan. Dan pajak pada usaha kecil bisa di bilang tidak ada, biasanya pajak hanya di kenakan pada bahan baku yang pemilik waralaba jual kepada kita dan sudah termasuk dalam harga.

3. Karyawan pada bisnis besar memerlukan keahlian khusus dan berpendidikan yang tentunya akan berpengaruh pada gaji yang harus di keluarkan sedangkan pada usaha kecil tidak perlu yang berpendidikan, cukup yang jujur, dapat di percaya dan mau berusaha. Gaji yang di berikan juga tidak terlalu tinggi atau bahkan bisa dengan mengambil metode bagi hasil.

4. Pencatatan transaksi pada bisnis besar diperlukan dengan detail karena akan berpengaruh bukan hanya untuk pembukuan internal tapi juga pajak pemerintah, sedangkan pencatatan usaha kecil terbilang sederhana. Cukup dilakukan saat membagikan bahan baku sebelum usaha dan setoran saat pulang.

5. Sebagai pemilik usaha, pada bisnis besar diperlukan keterlibatan langsung atau setidaknya melakukan pengecekan transaksi keuangan, pembukuan dan lainnya yang memerlukan pemikiran dan terkadang memerlukan keahlian khusus. Sedangkan pemilik usaha kecil bisa lebih bebas dan tidak perlu terlalu memikirkan usaha dan tanpa perlu keahlian khusus.

 

Jadi, masihkah anda menyepelekan usaha kecil di bandingkan bisnis besar? Baik bisnis besar yang di pilih ataupun usaha kecil yang menjadi peluang usaha anda, semuanya mempunyai prospek yang baik asalkan di jalankan dengan tulus dan sungguh sungguh. Bila anda memasang kail dengan umpan yang besar tentu ikan yang di dapat juga akan besar juga, dan bila anda memasang umpan yang kecil tapi banyak. Maka peluang untuk mendapat ikan juga semakin banyak walaupun berukuran kecil, walau begitu saat di kumpulkan dan di timbang maka boleh jadi lebih berat dari ikan besar. Selamat Berusaha!


Silahkan di share atau like ke social media di bawah ini supaya lebih banyak lagi yang mendapat manfaat. Copy artikel harus memberikan live link ke sumber artikel

Akses ditolak!
Silahkan Login atau Register Untuk berkomentar!