ukm

Yang Penting Diperhatikan Dalam Usaha Jasa

ukm

Written by Dody Tabrani

User Rating: / 3
PoorBest 
Yang Penting Diperhatikan Dalam Usaha Jasa - 3.7 out of 5 based on 3 votes

Pastikan anda Like UKM Kecil di Facebook untuk mendapat update inspirasi terbaru. Silahkan Login untuk merating artikel.

Yang Penting Diperhatikan Dalam Usaha Jasa

 

Bidang usaha jasa merupakan bidang yang tak akan pernah mati meski dalam kondisi sulit sekalipun, sebab setiap orang pasti memerlukan bantuan orang lain guna menuntaskan atau menyelesaikan berbagai hal. Usaha jasa sangat banyak berkembang, bahkan jasa yang sebelumnya sama sekali belum dikenal dan hanya segelintir orang yang mengetahuinya. Tapi justru itulah, peluang usaha jasa dengan persaingan yang kecil dan kreatifitas yang tinggi akan membawa anda setingkat lebih tinggi dari para pesaing.

Dalam bisnis jasa, pelayanan terhadap masyarakat dan khususnya pelanggan harus betul betul diperhatikan. Karena kepuasan pelanggan adalah segalanya dan inti dari bisnis jasa itu sendiri.

Berikut adalah hal hal yang mesti diperhatikan dalam bisnis jasa

1. Promosi

Agar usaha jasa anda dikenal orang, promosi tetap dibutuhkan. Apapun jenis jasa yang anda tawarkan, anda harus memperkenalkannya pada masyarakat dan terlebih lagi pada target pasar anda. Promosi sangat penting guna image produk dan awareness kepada konsumen. Promosi yang paling sederhana adalah dari mulut ke mulut, opini dari orang lain hingga beriklan di koran, majalah dan website iklan. Anda juga dapat menyebarkan brosur dan bahkan membangun website profesional guna mendukung usaha jasa anda, saat ini biaya membuat website sudah tidak lagi mahal

2. Membangun Brand atau Trade Mark

Buatlah brand bagi usaha jasa anda, brand atau merek yang dibuat haruslah singkat, mudah diucapkan dan mudah diingat. Brand atau trade mark sangat penting bagi usaha apapun termasuk bisnis jasa.

3. Ketepatan dan Kecepatan Pelayanan

Dalam dunia bisnis jasa, pelayanan yang tepat dan kecepatannya adalah salah satu hal yang penting. Semakin cepat anda dapat memberikan pelayanan dengan tepat, maka semakin baik juga image brand usaha jasa anda di mata pelanggan.

4. Kualitas Pelayanan

Selain ketepatan dan kecepatan pelayanan, kualitas pelayanan juga mesti diperhatikan. hal ini memastikan pelanggan anda merasa puas.

5. Kualitas karyawan

Salah satu kunci utama bisnis jasa adalah karyawan, pelanggan mana yang ingin dilayani dengan buruk? oleh karena itu pelayanan pelanggan yang baik bagi karyawan menjadi sangat penting. Bukan hanya kepintaran dan 'graduate' saja yang anda perlukan dari para karyawan, tapi sikap peduli kepada semua orang adalah yang terpenting. Tumbuhkan sikap "Willingness To Help" atau keinginan untuk membantu dalam diri karyawan anda, ini akan menentukan kualitas pelayanan bisnis jasa anda secara keseluruhan.

 

Mau Bisnis Besar Atau Usaha Kecil

ukm

Written by Dody Tabrani

User Rating: / 10
PoorBest 
Mau Bisnis Besar Atau Usaha Kecil - 4.6 out of 5 based on 10 votes

Mau Bisnis Besar Atau Usaha Kecil

Bisnis Besar VS Usaha Kecil

Bila suatu saat ada yang bertanya pada kita dengan modal yang sama apakah mau bisnis besar atau usaha kecil, sebagian besar dari kita pastilah akan memilih membuka bisnis besar. Tentu jawaban ini sah saja karena memang kita lebih tergiur oleh keuntungan yang tentu sudah langsung terbayang akan besar pula yang kita dapat bila langsung membuka bisnis skala besar. Walau begitu, membangun sebuah usaha kecil dengan jumlah yang banyak juga bukan jawaban yang salah. Baik bisnis yang besar maupun usaha kecil yang banyak jumlahnya tentulah memiliki kekurangan dan kelebihan masing masing.

 

Sebagai contoh saya ambil dari suatu kasus dimana ada dua orang mempunyai modal 40 juta, satu orang berbisnis besar dengan membuka sebuah bengkel motor dan mobil sedangkan seorang lagi hanya memilih usaha kecil dengan berjualan es cincau. Pada kasus orang pertama, dia menginvestasikan seluruh modalnya untuk memulai bisnis bengkel motor dan mobil ini. Untuk memulai usaha bengkelnya di perlukan beberapa izin khusus seperti izin gangguan, izin usaha, NPWP . Selain itu juga di perlukan tenaga ahli untuk montir, kasir/keuangan dan juga pencatatan transaksi yang lebih detail. Dengan asumsi bengkel ini menerima 10 mobil dan 10 motor setiap hari dan biaya jasa servise ( diluar pergantian sparepart ) Rp 100 ribu untuk mobil dan Rp 50 ribu untuk motor, maka akan ada pemasukan sebesar Rp 1,5 juta/hari atau sekitar Rp 45 juta/bulan. Bila di kurangi biaya operasi ( biaya sewa gedung, gaji karyawan, restibusi dan pajak, dan lainnya ) sekitar 50% dari omzet, maka keuntungan bersih yang di dapat sekitar Rp 22,5 juta.

 

Sedangkan pada orang kedua yang mengambil usaha kecil. Orang ini menginvestasikan uangnya untuk mengambil waralaba es cincau dengan harga Rp 4 juta per paket ( sudah termasuk gerobak dan peralatan usaha ), jadi ada 10 paket yang di ambil dan di sebar di 10 lokasi. Untuk memulainya tidak di perlukan mengurus izin baru karena perizinan seperti SIUP, izin gangguan dan NPWP sedangkan Sertifikasi Halal MUI / Registrasi BPOM sudah di urus oleh pemilik waralaba. Cukup mengurus izin ke RT/RW karena kita menyimpan gerobak di rumah kita. Untuk karyawan tidak di butuhkan keahlian khusus, cukup cari 10 karyawan yang jujur dan bisa di percaya. Tidak diperlukan pencatatan transaksi yang detail, cukup pencatatan sederhana untuk setoran harian. Dengan harga jual Rp 2000 per cup dan asumsi dalam satu hari per lokasi dapat menjual 100 cup. Maka akan ada pemasukan sebesar Rp 200 ribu /lokasi/hari atau Rp 2 juta/perhari dari seluruh lokasi paket.

 

Dalam satu bulan omzet yang di dapat mencapai Rp 60 juta. Sedangkan biaya operasi meliputi biaya bahan baku ( cincau, gula,es ) yang di pasok dari pemilik waralaba sebesar Rp 50 ribu/paket/hari dan gaji karyawan sebesar Rp 50 ribu /hari. Total biaya operasi sebesar Rp 30 juta. Keuntungan bersih yang di dapat sebesar Rp 30 juta/bulan. Lebih besar dari Bisnis besar bangkel motor dan mobil.

 

Dari pemaparan di atas, dapat di simpulkan kekurangan dan kelebihan dari bisnis besar maupun usaha kecil sebagai berikut:

 

1. Pada bisnis besar di perlukan birokrasi yang panjang untuk mengurus perizinan usaha sedangkan pada usaha kecil tidak di perlukan.

2. Biaya restribusi dan pajak cukup besar sedangkan pada usaha kecil restribusi nyaris tidak ada hanya uang keamanan dan kebersihan. Dan pajak pada usaha kecil bisa di bilang tidak ada, biasanya pajak hanya di kenakan pada bahan baku yang pemilik waralaba jual kepada kita dan sudah termasuk dalam harga.

3. Karyawan pada bisnis besar memerlukan keahlian khusus dan berpendidikan yang tentunya akan berpengaruh pada gaji yang harus di keluarkan sedangkan pada usaha kecil tidak perlu yang berpendidikan, cukup yang jujur, dapat di percaya dan mau berusaha. Gaji yang di berikan juga tidak terlalu tinggi atau bahkan bisa dengan mengambil metode bagi hasil.

4. Pencatatan transaksi pada bisnis besar diperlukan dengan detail karena akan berpengaruh bukan hanya untuk pembukuan internal tapi juga pajak pemerintah, sedangkan pencatatan usaha kecil terbilang sederhana. Cukup dilakukan saat membagikan bahan baku sebelum usaha dan setoran saat pulang.

5. Sebagai pemilik usaha, pada bisnis besar diperlukan keterlibatan langsung atau setidaknya melakukan pengecekan transaksi keuangan, pembukuan dan lainnya yang memerlukan pemikiran dan terkadang memerlukan keahlian khusus. Sedangkan pemilik usaha kecil bisa lebih bebas dan tidak perlu terlalu memikirkan usaha dan tanpa perlu keahlian khusus.

 

Jadi, masihkah anda menyepelekan usaha kecil di bandingkan bisnis besar? Baik bisnis besar yang di pilih ataupun usaha kecil yang menjadi peluang usaha anda, semuanya mempunyai prospek yang baik asalkan di jalankan dengan tulus dan sungguh sungguh. Bila anda memasang kail dengan umpan yang besar tentu ikan yang di dapat juga akan besar juga, dan bila anda memasang umpan yang kecil tapi banyak. Maka peluang untuk mendapat ikan juga semakin banyak walaupun berukuran kecil, walau begitu saat di kumpulkan dan di timbang maka boleh jadi lebih berat dari ikan besar. Selamat Berusaha!

   

Tips Menentukan harga Jual

ukm

Written by Dody Tabrani

User Rating: / 16
PoorBest 
Tips Menentukan harga Jual - 4.0 out of 5 based on 16 votes

Tips Menentukan harga Jual

 

Harga jual merupakan salah satu faktor penting dalam bisnis usaha kecil menengah, banyak usaha kecil yang ambruk karena faktor ini. Hampir semua jenis usaha kecil kaki makanan dan minuman mempunyai banyak pesaing. Pastikan harga jual produk makanan dan minuman anda dapat bersaing dengan usaha usaha kecil lainnya. Bila anda dapat mematok harga jual yang lebih rendah dari usaha UKM sejenis yang lain dengan tetap mempertahankan kwalitas produk dan pelayanan anda, pelangganpun akan semakin banyak dan otomatis memilih membeli produk anda dibanding datang ke tempat lain.

 

Kepastian harga jual sangat menentukan masuk tidaknya pelanggan ke tempat usaha anda. Sebagian usaha kecil menengah memiliki kesalahan dengan tidak mencantumkan harga pada daftar menunya, ini membuat calon pelanggan ragu ragu untuk masuk dan juga bertanya tanya saat membeli. Kondisi ini bisa membuat calon pembeli mengurungkan niatnya untuk belanja. Tidak tercantumnya harga di daftar menu juga dapat menimbulkan kekecewaan pada pelanggan terutama bila harga yang di kenakan ternyata jauh dari yang di bayangkan pelanggan.

 

Sebagian UKM lagi ada yang menetapkan harga di luar kewajaran ( harga getokan ) terutama bila pelanggan di anggap orang luar yang tidak tahu harga sebenarnya. Ini merupakan kesalahan yang sangat besar yang justru akan membuat usaha kecil anda sepi dan mematikan usaha anda. Buatlah harga jual yang pasti dan terlihat jelas, kalau perlu tampilkan tampilkan daftar menu dan harga jualnya di luar usaha anda. Hal ini agar setiap orang yang lewat dapat melihat dengan jelas apa yang anda jual dan berapa harganya.

 

Cara sederhana dalam menentukan harga jual adalah menentukan harga pokok produksi di tambah keuntungan yang di inginkan. Harga pokok produksi adalah biaya operational yang di timbulkan dalam menjalankan usaha dalam suatu periode di bagi jumlah produk yang dapat di jual dalam suatu periode tersebut.

 

Sebagai contoh kita coba menghitung harga jual bubur sumsum sebagai berikut.

Biaya operational satu bulan Rp 10.000.000
Banyak penjualan satu bulan = 4.500 cup (150cup perhari)
Harga pokok produksi = Rp 10.000.000 / 4.500 cup = Rp 2.222,22
Keuntungan yang diinginkan = 25% = Rp 2.222,22 x 25% = Rp 555,5
Harga jual = Rp 2.222,22 + Rp 555,5 = Rp 2.777,7

 

 

*Biaya operational di dapat dari total biaya bahan baku, gas, karyawan, sewa tempat dan lainnya dalam satu bulan

   

Page 7 of 8

<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 Next > End >>