Usaha Keripik Ikan Balita

peluang usaha

Written by Dody Tabrani

User Rating: / 4
PoorBest 
Usaha Keripik Ikan Balita - 5.0 out of 5 based on 4 votes

Pastikan anda Like UKM Kecil di Facebook untuk mendapat update inspirasi terbaru. Silahkan Login untuk merating artikel.

Usaha Keripik Ikan Balita

usaha keripik ikan balita


Keripik Ikan Balita atau Baby Fish Chips
Ikan balita atau baby fish mulai dikenal pada tahun1997, ikan balita merupakan sebutan bagi anakan ikan air tawar seperti ikan mas, nilem, nila dan bayi ikan lainnya. Untuk bayi ikan mas, merupakan bayi ikan mas yang dipanen saat usia 30-45 hari dan sudah mencapai ukuran 5 hingga 7 cm (sekitar sebesar jari kelingking). Ikan mas balita ini biasanya dihargai sekitar Rp 20.000/kg dari pembudidaya pembibitan ikan mas, atau ada juga yang menjual per ekor atau liter. Namun jika di olah menjadi keripik ikan balita bisa mendapat keuntungan yang berlipat.

Keripik bayi ikan ini sangat banyak penggemarnya, biasanya dimakan sebagai cemilan atau makanan ringan. Namun banyak juga yang memakannya sebagai lauk teman makan, keripik ikan balita yang garing dan gurih ini membuat seluruh bagian ikan termasuk tulangnya bisa di makan. Keuntungan yang didapat juga cukup menggiurkan, di samping minimnya resiko usaha keripik ikan balita ini.

Dari 3 kg ikan balita segar, bisa dihasilkan sebanyak 1 kg keripik ikan balita. Peluang usaha keripik ikan balita ini cukup prospektif . Jika ikan mas balita seharga Rp 20.000/kg atau Rp 60.000 untuk menghasilkan keripik ikan mas balita goreng, maka harga jual yang bisa diperoleh dapat meningkat menjadi sekitar Rp 400.000 – Rp 500.000/Kg keripik ikan balita. Jika dijual dalam kemasan kecil akan lebih menguntungkan, harga 50gr keripik ikan balita mencapai Rp 20.000 hingga Rp 25.000

 

Peluang Usaha Jual Beli Properti

peluang usaha

Written by Diandra Azahra

User Rating: / 13
PoorBest 
Peluang Usaha Jual Beli Properti - 4.7 out of 5 based on 13 votes

Peluang Usaha Jual Beli Properti

Usaha Jual Beli Properti
Peluang usaha jual beli properti berbeda dengan menjadi agen properti / broker properti. Perbedaan yang paling mendasar adalah dari sistem yang di lakukan. Bila agen properti hanya bertindak sebagai perantara/broker, maka jual beli properti melakukan eksekusi langsung terhadap properti tersebut, baik itu menjualnya maupun membelinya.

Berbeda dengan menjadi agen properti dimana kita tidak perlu mengeluarkan banyak uang, sebagai pengusaha jual beli properti kita harus memiliki simpanan dana operational yang cukup. Kita juga mesti jeli dalam melihat prospek properti di masa depan, karena tidak semua properti yang kita beli akan langsung laku hari ini, Namun bisa jadi baru terjual beberapa bulan atau bahkan tahun kemudian.

   

Page 3 of 47

<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>