Budidaya Pisang

pelatihan pertanian

User Rating: / 6
PoorBest 
Budidaya Pisang - 5.0 out of 5 based on 6 votes

Pastikan anda Like UKM Kecil di Facebook untuk mendapat update inspirasi terbaru. Silahkan Login untuk merating artikel.

Budidaya Pisang

Budidaya pisang
Budidaya pisang sangat baik dilakukan di daerah tropis maupun sub tropis, sebab pisang tidak membutuhkan persyaratan khusus dan mudah tumbuh disembarang tempat. Pohon pisang mulai tumbuh pada suhu sekitar 18°C serta akan mencapai pertumbuhan yang optimal pada suhu 27°C. Supaya mencapai pertumbuhan yang optimal, tanaman pisang membutuhkan curah hujan sebesar 2000 – 2500 Mm dalam satu tahun. Jika curah hujan kurang dari 2000 Mm dalam satu tahun sebaiknya diusahakan memiliki sistem irigasi, begitu juga bila pohon  pisang di tanam pada daerah yang terlalu banyak hujan agar dibuatkan selokan drainase sebab air yang menggenang akan memudahkan timbulnya serangan penyakit.


Keadaan tanah yang baik serta cocok untuk dijadikan area budidaya pohon pisang adalah tanah liat yang mengandung kapur, humus. Lapisan tanah mesti agak dalam, hingga air hujan bisa dengan mudah meresap ke dalam tanah dan drainase cukup baik. Tanaman budidaya pisang akan dapat tumbuh dengan baik pada tanah-tanah dengan derajat keasaman antara 4,5–8,0, tapi pertumbuhan terbaik akan diperoleh pada tanah-tanah dengan pH 6,0–7,5.

 

Perawatan Kebun Budidaya Pisang

Penanaman Pohon Pisang
Pohon pisang bisanya mulai ditanam pada awal musim hujan (November–Desember). Dua minggu sebelum penanaman tanaman pisang, dibuat terlebih dahulu lubang dengan ukuran 60x60 Cm dengan jarak tanam 2,5x4 M (untuk populasi 1.000 pohon/Ha).

Pemupukan Tanaman Pisang
Pemupukan pohon pisang menggunakan pupuk un-organik, untuk setiap kali pemberian adalah 0,25 dosis pupuk tahunan. Pupuk un-organik (pupuk kandang/kompos) diberikan pada saat tanam. Untuk selengkapnya dosis pupuk yang diberikan adalah sebagai berikut:

Dosis Pupuk (Per Hektar/Tahun)

Urea (Kg)   500
TSP (Kg)   450
KCL (Kg) 500
Pupuk Kandang (Kg)  2–3    

Penyiangan Perkebunan Pisang
Penyiangan kebun pisang perlu dilakukan untuk menyingkirkan gulma, dan sisa batang pisang perlu dibersihkan sebab bisa menjadi sarang hama penggerek batang. Daerah  yang terinfeksi penyakit panama/darah, penyiangan dianjurkan menggunakan herbisida dan dilarang menggunakan peralatan cangkul/kored untuk menghindari penularan melalui alat.

Irigasi Kebun Pisang
Pohon budidaya pisang peka terhadap kekurangan air jika selama 2 minggu tidak hujan atau tidak memperoleh pengairan akan mengganggu pertumbuhan dan produksinya. Tanaman pisang yang kekurangan air saat keluarnya bunga, buah yang dihasilkan akan berukuran kecil pendek dan daun klorosis.

Penjarangan Tanaman Budidaya Pisang
Supaya pertumbuhan rumpun baik, perlu diperhatikan jarak dari generasi ke generasi agar relatif konstan. Tujuan melakukan penjarangan adalah supaya setiap waktu panen bisa diatur dengan menghasilkan kualitas buah yang baik. Dalam suatu periode, setiap rumpun yang ditinggalkan 1 induk, 1 anakan dan 1 anakan yang lebih muda. Pemangkasan daun dan penjarangan tidak boleh dilakukan pada saat tanaman tengah berbunga, pemangkasan daun dan penjarangan dilakukan setiap 6 atau 8 minggu sekali.

Pengendalian Kwalitas Pohon Pisang

  • Kwalitas pohon pisang mesti dijaga dan perlu dilakukan dengan tujuan guna melindungi buah supaya memenuhi standar panen yang telah ditentukan, pengendalian tersebut antara lain dilakukan dengan cara :
  • Pembuangan sisa bunga betina sebaiknya dilakukan sesudah selesai pembungaan,  sedangkan di tempat pengepakan dan saat perompesan jangan keluar getahnya.
  • Pembuangan daun terakhir/tua yang menempel pada buah, supaya buah tidak rusak.
  • Penyisaan daun pada saat fase perkembangan buah, tidak kurang dari 4 helai.
  • Penyanggahan 2 batang bambu pada tanaman sesudah proses pembuangan jantung pisang agar tanaman tidak roboh.
  • Pembumbunan pada tanaman pokok bisa mencegah tumbangnya karena angin.
  • Pemotongan bunga jantan (jantung) sesudah terbentuknya jumlah sisir yang dikehendaki bisa meningkatkan bobot tandan dan mengurangi penularan penyakit oleh serangga penghisap madu.
  • Pembrongsongan / pembungkusan tandan buah dengan plastik khusus yang mengandung insektisida bisa melindungi buah dari cuaca dingin, debu, residu pestisida, serangga, sinar matahari dan mempercepat masa panen 5 hari.
  • Pembuangan sisir buah yang tidak sempurna bisa memperbesar buah di atas sisir;
  • Penutupan dengan daun/kertas di atas tandan agar buahnya tidak terlalu banyak kena sinar matahari. Panen dilakukan 8 minggu sesudah pembungkusan.


Selain melakukan tindakan di atas, untuk mengendalikan kualitas perlu diadakan pembrongsongan guna mencegah timbulnya bintik hitam atau coklat akibat serangan hama. Bahan yang bisa dipakai yaitu kertas semen, plastik PE bening, plastik biru atau plastik khusus yang diberi insektisida.

Masa pembrongsongan ada 2 yaitu :

  1. Pembrongsongan ketika seludang bunga pertama mekar. Sebelum dilakukan pembrongsongan, jantung pisang disemprot insektisida berbahan aktif dicloford atau chlorpyrifos serta diberi fungsida berbahan aktif benomyl. Penyemprotan pestisida dilakukan lagi sesudah buah pisang muda terbentuk sempurna dan pemotongan jantung dengan membuka brongsong. Sesudah penyemprotan, pembrongsongan dilakukan sampai buah dipanen.
  2. Pembrongsongan ketika buah muda terbentuk sempurna. Cara pembrongsongan sama dengan cara pada sistem pembrongsongan pertama.

Masa Panen Buah Pisang

Buah pisang bisa di panen hijau dengan lingkaran buah menunjukkan bentuk bundar serta sudut-sudutnya tidak menyiku. Umur buah siap panen yaitu antara 100 – 120 hari sesudah muncul bunga (tergantung pada kultivar/klon yang ditanam). Supaya proses pematangan bisa serentak, perlu dirangsang dengan bahan seperti asap dari daun kayu yang dibakar, daun segar (daun akasia), karbit, ethrel atau ethepon, asetilen, propilen selama kurang lebih 10 – 12 jam.

Pasca Panen
Buah hasil panen budidaya pisang bisa langsung di kemas menggunakan keranjang bambu dan segera di angkut ke distributor/pasar. Bila kita ingin memasok hasil panen buah pisang ke pasar modern / supermarket/swalayan, kita bisa mengemasnya per sisir atau perbeberapa buah sesuai permintaan pasar modern tersebut. Tampilan buah pisang sangat berpengaruh pada penjualan buah pisang di pasar modern.

Refferensi :

Dinas Pertanian Jawa Barat


Silahkan di share atau like ke social media di bawah ini supaya lebih banyak lagi yang mendapat manfaat. Copy artikel harus memberikan live link ke sumber artikel

Akses ditolak!
Silahkan Login atau Register Untuk berkomentar!