Home Pelatihan Pertanian Budidaya Paprika Secara Hidroponik

Budidaya Paprika Secara Hidroponik

User Rating: / 9
PoorBest 
Budidaya Paprika Secara Hidroponik - 4.6 out of 5 based on 9 votes

Pastikan anda Like UKM Kecil di Facebook untuk mendapat update inspirasi terbaru. Silahkan Login untuk merating artikel.

pelatihan pertanian
Written by Diandra Azahra   

Budidaya Paprika Secara Hidroponik

Bagi orang asli Indonesia, mungkin banyak yang kurang mengenal paprika. Walaupun tanaman paprika masuk dalam tanaman rempah-rempah, namun kurang populer di Indonesia yang lebih memilih cabe. Rasa pedas dari paprika memang kalah jauh dari cabe, paprika justru populer di daerah eropa dan amerika dalam masakan mereka. Budidaya paprika tidak seramai budidaya cabe, walau begitu saat ini sudah banyak yang memilih paprika dalam masakannya.

Budidaya Paprika Secara Hidroponik

Tanaman cabe umumnya memiliki rasa pedas, namun tanaman paprika walaupun termasuk ke dalam varietas cabe tidak memiliki rasa pedas seperti cabai pada umumnya. Inilah sebabnya paprika lebih di sukai oleh orang luar negeri dalam masakan mereka, berbeda dalam masakan indonesia yang terkenal dengan rasa pedas dan kaya akan rempah-rempahnya. Saat ini sudah banyak orang Indonesia yang  terpengaruh masakan eropa dll, hingga kebutuhan akan paprika meningkat tajam. Budidaya paprika di harapkan mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri dan permintaan ekspor yang semakin meningkat.

Budidaya Paprika Secara Hidroponik


Sebelum memulai budidaya paprika secara hidroponik, kita mesti menyiapkan beberapa hal, yaitu  media tanam, wadah, pupuk, rumah plastik (green house) dan irigasi. Dalam budidaya paprika secara hidroponik, pemeliharaan tanaman paprika meliputi penyiraman dan pemupukan, pembentukan dan pemilihan batang produktif, pengajiran dan pelilitan, pewiwilan, serta pengendalian hama dan penyakit.

Media Semai

Wadah media semai bisa berupa tray plastik yang berukuran 24 cm x 30 cm dan tinggi 5 cm, pot atau polybag berdiameter 7-10 cm dan tinggi 6-7 cm. Untuk wadah penanaman digunakan polybag berukuran 50x40 cm.

Media semai bisa terdiri dari campuran pasir, sekam bakar, kompos, dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:1:1. Media semai ini harus kita sterilkan terlebih dahulu sebelum ditanami. Sterilisasi diperlukan guna menghindari serangan hama dan penyakit yang masih ada dalam media semai. Media tanam yang bisa dipakai untuk budidaya hidroponik paprika adalah arang sekam, cocopit, grodan.

Pemupukan

Pupuk yang dibutuhkan terdiri dari unsur hara makro dan mikro. Pupuk yang dipakai bisa dibuat sendiri maupun membeli pupuk yang sudah siap pakai. Salah satu formulasi pupuk  adalah berupa larutan pupuk stok A, pupuk stok B dan pupuk stok C. Masing-masing stok terdiri dari unsur :

Pupuk Stok A:

  • 0,918 Kg KN03
  • 21,6 Kg Ca(N03)2
  • 378 g (DPTPA)


Pupuk Stok B:

  • 0,783 Kg H2P04
  • 17,064 Kg KN03
  • 9,99 Kg MgS04
  • 4,59 Kg KH2PQ4
  • 45,9g MnS04
  • 64,8 g/Kg/mi Borax
  • 5,4 g CUS04
  • 3,24g NaMo


Pupuk Stok C:

  • 145 g Urea


Masing-masing stok pupuk dilarutkan dalam 90 liter air, lalu disimpan dalam drum plastik yang berkapasitas 100 liter. Jika hendak dilakukan penyiraman, dari masing-masing stok pupuk diambil 1 liter dan campurkan ke dalam drum yang sudah berisi 297 liter air. Volume campuran menjadi 300 liter dan siap dipompa untuk dialirkan atau disiramkan ke tanaman rumah plastik untuk persemaian dan pertanaman baik dengan sistem irigasi manual maupun irigasi tetes.

Pemeliharaan Tanaman Dalam Budidaya Paprika Sistem Hidroponik

1. Penyiraman dan pemupukan

Penyiraman dan pemupukan paprika bisa kita lakukan dengan cara manual atau secara irigasi tetes. Pemberian larutan hara dilakukan antara pukul 09.00 - 16.00. Frekuensi pemberian sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan setiap hari.

Jumlah kebutuhan larutan

  • Fase muda sebanyak 100 ml
  • Fase berbunga sebanyak 150 ml
  • Fase berbuah sebanyak 200-300 ml
  • Fase dibongkar sebanyak 100 ml


Larutan hara yang diberikan hendaknya kepekatannya berkisar antara 1,6 - 1,7 dan diharapkan peningkatannya hanya 2,0 - 2,5 saat dalam media arang sekam. Peningkatan EC (Electric Conductivity) terjadi sebab adanya kristalisasi garam-garam yang tidak terserap oleh tanaman. Pengukuran EC ini penting sebab bisa berpengaruh terhadap tingkat pertumbuhan tanaman paprika. Jika EC rendah, maka pertumbuhan vegetatif tanaman akan lebih cepat dibandingkan dengan EC tinggi.

2.  Pembentukan dan pemilihan batang produktif

Pada umur 3 minggu atau ketika telah muncul daun di atas daun 10, pilih 2 cabang utama yang kuat, cabang yang tidak diinginkan dipotes dengan tangan.

3.  Pengajiran dan pelilitan

Tanaman paprika yang dibudidaya secara hidroponik mesti diberi penopang agar diperoleh bentuk tanaman yang sesuai dengan kegiatan produksi secara maksimal. Pembuatan ajir dimulai saat tanaman berusia 1 minggu. Penopang/ajir dapata terbuat dari tali rami atau tali lainnya yang tidak tajam. Ujung atas tali diikatkan pada kawat horizontal yang dibuat secara khusus pada batang atas greenhouse, setiap tanaman memerlukan dua buah penopang/ajir sebab batang utama yang dipelihara ada dua.

Tanaman paprika akan terus tumbuh semakin tinggi mengikuti ajir. Agar tali ajir tetap melekat pada batang tanaman, maka setiap dua hari harus dilakukan pemutaran atau pelilitan pada cabang utama. Cara pelilitan yang baik yaitu dengan memutar batang mengikuti tali, bukan tali yang dililitkan mengikuti batang. Pemutaran dilakukan searah jarum jam agar seragam dan mudah dilakukan.

4.   Pewiwilan atau perompesan

Pewiwilan atau perompesan atau pemotongan dilakukan terhadap tunas air, cabang yang tidak dipelihara, bunga yang telah layu, serta buah yang rusak. Umumnya kegiatan pewiwilan dilakukan bersamaan dengan kegiatan pemutaran tali atau pelilitan ajir yakni setiap 2 hari sekali.

5.   Pengendalian hama dan penyakit

Hama yang sering menyerang tanaman paprika adalah thrips, tungau, aphids, ulat grayak, keong. Sedangkan penyakit yang sering menyerang paprika adalah penyakit layu, bercak daun, embun tepung, antraknose dan virus.

6.   Masa Panen

Budidaya Paprika secara hidroponik sudah bisa mulai dipanen pertama kali saat berumur 60 hari setelah masa tanam. Pemanenan ini bisa dibagi menjadi 2 golongan yaitu :

  1. Matang hijau. Warna buah hijau mengkilap, daging buah keras dan tebal, buah mudah dilepas dari tangkai, sehat dan tidak cacat, serta bebas dari hama dan penyakit. Kekerasan dan ketebalan buah bisa diketahui dengan cara memijit dan mengetuknya.
  2. Matang berwarna. Warna buah 60 % sudah merah/ kuning/ hijau (untuk ekspor), daging buah tebal, sehat dan tidak cacat, serta bebas dari hama dan penyakit.


Panggunaan paprika yang semakin maningkat dalam masakan di Indonesia membuat permintaan tanaman cabe paprika ini meningkat. Untuk itu, budidaya paprika secara hidroponik ini bisa di lakukan guna memenuhi kebutuhan paprika di masa yang akan datang. Selamat mencoba.


Silahkan di share atau like ke social media di bawah ini supaya lebih banyak lagi yang mendapat manfaat. Copy artikel harus memberikan live link ke sumber artikel

 

Akses ditolak!
Silahkan Login atau Register Untuk berkomentar!

Joomla templates by a4joomla