Budidaya Jamur Tiram

pelatihan pertanian

User Rating: / 4
PoorBest 
Budidaya Jamur Tiram - 5.0 out of 5 based on 4 votes

Pastikan anda Like UKM Kecil di Facebook untuk mendapat update inspirasi terbaru. Silahkan Login untuk merating artikel.

Budidaya Jamur Tiram

Budidaya Jamur Tiram
Budidaya Jamur Tiram sudah banyak dibudidayakan saat ini sejalan  dengan naiknya pamor jamur tiram di masyarakat sebagai bahan makanan yang bergizi. Jamur tiram memiliki ciri-ciri tubuh buah berwarna putih hingga krem dan tudungnya berbentuk setengah lingkaran dengan bagian tengah agak cekung. Jamur tiram banyak mengandung protein, air,kalori, karbohidrat, dan sisanya berupa serat zat besi, kalsium, vitamin B1, vitamin B2, dan vitamin C.


Untuk melakukan budidaya jamur tiram bisa menggunakan media tanam dari serbuk kayu (serbuk kayu gergaji) maupun sekam. Kelebihan penggunaan serbuk kayu gergaji disebabkan lebih mudah diperoleh dalam bentuk limbah sehingga harganya relatif murah, mudah dicampur dengan bahan-bahan pelengkap nutrisi lain, serta mudah dibentuk dan dikondisikan. Disamping itu, serbuk kayu gergaji yang digunakan sebagai tempat tumbuh jamur mengandung karbohidrat, serat lignin, dan lain-lain.

Dari kandungan serbuk kayu tersebut ada yang berguna dalam membantu pertumbuhan jamur tiram, namun ada juga yang menghambat. Kandungan yang dibutuhkan bagi pertumbuhan jamur tiram antara lain karbohidrat, lignin, serta serat, sedangkan faktor yang menghambat antara lain adanya getah dan zat ekstraktif (zat pengawet alami yang terdapat pada kayu). Oleh sebab itu serbuk kayu gergaji yang digunakan untuk budidaya jamur tiram sebaiknya berasal dari jenis kayu yang tidak banyak mengandung zat pengawet alami, tidak busuk dan tidak ditumbuhi oleh jamur atau kapang lain. Serbuk kayu gergaji yang baik adalah serbuk yang berasal dari kayu keras dan tidak banyak mengandung minyak maupun getah.

 

Tahapan Budidaya Jamur Tiram:

1. Siapkan tempat untuk Budidaya Jamur Tiram

  • Kumbung jamur atau ruangan khusus untuk mengatur suhu panas dan dingin
  • Rak Jamur

2. Sediakan media tanam jamur tiram

  • Serbuk kayu 100 kg
  • Bekatul atau dedak halus 10-15 kg
  • Kalsium carbonat/ kapur (CaCO3) 0,5 kg
  • Gips (CaSO4) 0,5 kg
  • Pupuk TSP 0,5 kg
  • Bibit 25 kantong
  • Air secukupnya

3. Siapkan Peralatan dan perlengkapan:
Perlengkapan yang dibutuhkan :

  • Kantong plastik tahan panas (ukuran 03 atau 04, 15 x 25 cm atau 17 x 30 cm)
  • Karet pengikat
  • Potongan kertas koran
  • Potongan pipa paralon (diameter 1” dan lebar 1 cm).

Peralatan yang dibutuhkan :

  • Alat pengaduk bibit ( Spatula, semacam sekop atau cangkul )
  • Alat sterilisasi  : Drum perebus dengan tutup dan sarangan, sumber panas (kompor minyak/ briket batu bara)

4. Proses Pengomposan Serbuk Kayu
Pengomposan serbuk kayu gergaji dalam proses budidaya jamur tiram merupakan proses pelapukan bahan yang dilakukan dengan cara menimbun campuran serbuk gergaji, kemudian menutupnya dengan plastik. Proses pengomposan serbuk kayu gergaji membutuhkan waktu 15 hari dengan tahapan:

  • Serbuk kayu yang sudah benar–benar kering direndam dengan air bersih didalam tempat selama 1 malam.
  • Tiriskan (sampai dikepal tidak pecah), selanjutnya tambahkan kapur beserta bekatul dan diaduk hingga rata, biarkan dalam tumpukan selama 5 hari.
  • Selanjutnnya tumpukan diaduk kembali dengan ditambahkan pupuk TSP dan biarkan kembali selama 5 hari.
  • Bahan diaduk kembali dan tambahkan gips, biarkan kembali tumpukan tersebut selama 5 hari.

5. Proses Pembungkusan media tanam
Tahap selanjutnya adalah Pembungkusan dengan menggunakan plastik polipropilen (PP) sesuai dengan ukuran yang dibutuhkan, cara pembungkusannya yaitu:

  • Masukan media tanam ke dalam plastik kemudian dipukul / ditumbuk hingga padat dengan botol atau menggunakan alat pemadat filler.
  • Bahan–bahan media tanam yang sudah dikomposkan dimasukan ke dalam kantong plastik. kantong plastik pada kedua ujung pangkalnya dilipat kedalam, sehingga setelah diisi dan dipadatkan kantong plastik bisa berdiri tegak seperti botol.
  • Kantong plastik hanya diisi kurang lebih 3/4 bagian, kemudian yang 1/4 bagiannya dilipat kedalam.
  • Letakan kantong plastik yang sudah diisi (polibag) dengan posisi terbalik yaitu bagian yang dilipat kedalam ditempatkan dibawah.

6. Proses Sterilisasi Media Tanam
Budidaya jamur tiram tidak terlepas dengan yang namanya proses sterilisasi media tanam, karena media yang digunakan harus dalam keadaan bersih dari microbia pathogen seperti bakteri dan jamur.

Sterilisasi Budidaya Jamur Tiram
Berikut adalah cara sterilisasi media yang sederhana :

  • Siapkan drum sebagai alat perebus
  • Masukan dulu sepatula yang akan digunakan untuk menyebarkan bibit supaya tidak merepotkan saat seterilisasi alat
  • Sepatula sebaiknya dibungkus dengan plastik dan ditutup agar lebih aman
  • Masukkan kemudian tata media dalam drum pemanas untuk proses sterilisasi (sarangan diletakan kira–kira 1/3 bagian drum dari bawah. isi drum dengan air bersih kira–kira 1/4 bagian drum)
  • Panaskan media sampai suhunya mencapai 90 deracat dan biarkan selama 8 hingga 9 jam
  • Biarkan drum tetap tertutup untuk menghindari penguapan air pada tepi plastik.

7. Inokulasi/ Penanaman Bibit Jamur
Inokulasi adalah kegiatan memasukan bibit jamur ke dalam media jamur yang telah disterilisasi. Baglog ditiriskan selama 1 malam setelah sterilisasi, kemudian ambil dan ditanami bibit diatasnya dengan mempergunakan sendok makan/ sendok bibit sekitar + 3 sendok makan kemudian diikat dengan karet dan ditutup dengan kapas.
Pemilihan bibit  jamur tiram yang baik:

  • Varitas unggul
  • Umur bibit optimal 45 – 60 hari
  • Warna bibit merata
  • Tidak terkontaminasi

Harga bibit jamur tiram saat ini berkisar Rp 2.300 - Rp 300.000

  • Bibit F.1 harga 300.000
  • Bibit F.2 harga 75.000
  • Bibit F.3 Harga 5.000
  • bibit f.4 harga 2.300

Cara Penanaman bibit jamur adalah sebagai berikut:

  • Cuci tanggan dengan sabun anti kuman dan semprot dengan alkohol 70% untuk meminimalisir kontaminasi, sebaiknya pakai masker.
  • Angkat dan keluarkan sepatula dari plastik
  • Buka tutup wadah bibit dan aduk menggunakan sepatula yang sudah seteril
  • Buka kapas di mulut plastik dan masukkan bibit sesudah itu tutup kembali dengan kapas
  • Pasang kembali tutup media tanam
  • Bibit siap di inkubasi

8. Proses selanjutnya Inkubasi
Inkubasi jamur tiram dilakukan dengan cara menyimpan di ruangan inkubasi dengan kondisi tertentu. Inkubasi dilakukan sampai semua media tanam berwarna putih merata, biasanya media akan tampak putih merata antara 40 – 60 hari dengan suhu optimal 22 – 28 derajat celsius.
Berikut adalah cara inkubasi:

  • Letakkan media yang sudah di beri  bibit pada rak penyimpanan.
  • Lama inkubasi kurang lebih 40 hari dengan suhu optimal 22 hingga 28 derajat celsius.

9. Pemeliharaan

  • Selama masa pemeliharaan penutup baglog sebaiknya sedikit di buka
  • Usahakan ventilias udaranya lancar supya bisa mensuplai oksigen dengan baik
  • Lakukan penyiraman setiap hari terutama pada saat tengah hari agar tetap mempertahankan kelembaban udara. Kelembaban merupakan hal pokok yang harus di perhatikan dalam budidaya jamur tiram putih. Tapi, mesti tetap berhati–hati sebab semakin lembab lingkungannya semakin memicu terjadinya kontaminan. Oleh sebab itu jika budidaya jamur tiram putih dilakukan di tempat yang lembab sebaiknya kadar nutrisinya dikurangi untuk menghambat pertumbuhan bakteri dan jamur penyakit.

10. Masa Panen Jamur Tiram

Budidaya jamur tiram putih sudah dapat di panen bila badan jamur sudah tumbuh besar dan lebar. Untuk pemanenan sebaiknya dilakukan pada pagi hari agar mempertahaankan kesegaran dan mempermudah pemasaran. Panen terbatas bisa dilakukan secara terus menerus, potonglah akar / batang bawah jamur tiram menggunakan pisau cuter.

Refferensi:
Jamur Pedia


Silahkan di share atau like ke social media di bawah ini supaya lebih banyak lagi yang mendapat manfaat. Copy artikel harus memberikan live link ke sumber artikel

Akses ditolak!
Silahkan Login atau Register Untuk berkomentar!