Budidaya Asparagus Bintang

pelatihan pertanian

Written by Dody Tabrani

User Rating: / 4
PoorBest 
Budidaya Asparagus Bintang - 4.0 out of 5 based on 4 votes

Pastikan anda Like UKM Kecil di Facebook untuk mendapat update inspirasi terbaru. Silahkan Login untuk merating artikel.

Budidaya Asparagus Bintang

Budidaya daun asparagus bintang
Asparagus merupakan tanaman sub tropis yang dikonsumsi rebungnya sebagai masakan. Rebung asparagus sebetulnya adalah ujung rizome yang akan tumbuh jadi individu tanaman yang baru. Rebung ini berwarna putih saat masih ada dalam tanah, lalu akan berwarna hijau muda serta pangkal agak kemerahan saat sudah keluar di permukaan tanah. Sup asparagus merupakan menu yang wajib tersedia di hotel dan restoran berbintang, asparagus dapat menjadi peluang usaha asparagus yang menggiurkan di karenakan harganya lumayan mahal.

Media Tanam Asparagus Bintang

.
Asparagus membutuhkan tanah yang cukup gembur, hingga tanah untuk media tanam asparagus harus dicangkul terlebih dahulu, kira kira sedalam 30 - 40 centi meter. Asparagus bintang tumbuh optimal pada media tanam yang porous dengan pH 5.5 - 6.6. Bedengan di bangun selebar 1 meter dengan panjang sesuai lahan panjang lahan. Jumlah populasi tanaman ditentukan dengan melihat bentuk perkembangan daun supaya tidak saling menaungi dan juga kecepatan pertumbuhan tunas supaya tidak terjadi persaingan menyerap air dan unsur hara. Lubang tanam dibuat sesuai dengan populasi tanaman, di setiap lubang tanam di masukan pupuk dasar, yakni 0.5 kilogram pupuk kandang, 15 gram SP 36, 5 gram ZA dan 10 gram dolomite, sedangkan pupuk K bisa diberikan sebagai pupuk susulan. Tanaman Asparagus tidak kuat pada pupuk yang memiliki chlor, maka dari itu sebaiknya jangan mempergunakan pupuk KCl.

Bibit dan Persemaian Asparagus Bintang


Bibit tanaman asparagus bisa didapat dari hasil perbanyakan dengan biji, rimpang dan stek. Perbanyakan dengan biji cukup mudah serta cepat menghasilkan, dan tidak membutuhkan pemeliharaan yang rumit. Perbanyakan dengan cara mengambil rimpang untuk dibelah juga dapat dilakukan, tetapi akan sedikit mengganggu tanaman utamanya. Perbanyakan menggunakan stek batang membutuhkan tehnik tersendiri serta lebih rumit dan membutuhkan persiapan yang lebih lama.

Tehnik  perbanyakan tanaman asparagus menggunakan biji, maka butuh ditanam tanaman yang dikhususkan bagi penghasil biji. Biji yang didapatkan dalam suatu rumpun tanaman dapat mencapai ratusan atau bahkan ribuan, hingga perbanyakan menggunakan biji dapat lebih mudah serta cepat.

Persemaian biji dapat dilakukan di media yang cukup mengandung pupuk kandang. Pupuk kandang yang digunakan seyogyanya pupuk kandang berasal dari sapi atau kambing yang sudah matang serta kering, sekitar 3 kilogram / meter persegi media semai. Media semai yang biasa digunakan yaitu campuran tanah steril : kompos = 1:1. Media persemaian menggunakan bedengan, dengan ukuran lebar 1 meter dan panjang sesuai kebutuhan. Supaya menjaga kelembaban media semai butuh dibuat sungkup plastik setingi 0.5 meter.

Biji asparagus cukup kecil. Bagi lahan semai yang mempunyai 1 meter persegi dapat menampung 2500 biji dengan  jarak semai sekitar 2 centi meter x 2 centi meter, yakni menggunakan cara menabur biji di atas media semai, setelah itu disiram serta sungkup ditutup dengan rapat supaya kelembabannya terjaga. Dalam waktu 1 bulan, biji mulai berkecambah.

Bibit yang sudah mengeluarkan daun semu dengan ketinggian 10 centi meter harus dipindahkan ke dalam pot - pot kecil berdiameter 5 centi meter. Pot - pot kecil ini ditempatkan di dalam naungan yang diberi paranet hitam 70 %. Setelah itu bibit dalam pot diberi tambahan hara yaitu larutan pupuk NPK 24:8:8 dengan konsentrasi 5 g/l, dosis 50 cc/pot, diberikan setiap seminggu sekali. sesudah 2-3 bulan tanaman sudah mengeluarkan tunas - tunas baru hingga membentuk rumpun setinggi 15 centi meter serta bibit siap untuk dipindahkan ke lapangan. Kualitas tanaman yang bagus bisa di dapat bila asparagus ditanam di dalam bangunan tanam dengan naungan 25%.

Daun asparagus berbentuk jarum. Sepintas tanaman asparagus penghasil rebung sangat mirip dengan cemara. Tapi tinggi tanaman hanya sekitar 1 meter, dan diameter batang hanya 1 centi meter. Pada suatu rumpun asparagus, umumnya akan tumbuh 4 hingga 5 batang tanaman. Karena di sini asparagus dipanen daunnya, maka rebung yang tumbuh selalu dibiarkan menjadi individu tanaman baru.  Rebung asparagus berdiameter sedikit lebih besar dan  lebih gemuk dibandingkan dengan batang dewasanya. Panen rebung asparagus umumnya dilakukan saat rebung tersebut berada di dalam tanah. Warna rebung putih, masih sangat lunak dan kulit yang juga lembut. Panjang rebung yang dipanen antara 15 hingga 20 cm. Tapi ada pula konsumen yang menginginkan rebung yang sudah keluar dari permukaan tanah dan berwarna hijau.

Sumber : epetani.deptan.go.id
 

Menanam Buah Naga di Pot

pelatihan pertanian

Written by Dody Tabrani

User Rating: / 14
PoorBest 
Menanam Buah Naga di Pot - 4.1 out of 5 based on 14 votes

Menanam Buah Naga di Pot


menanam buah naga

Tanaman buah naga dapat digunakan sebagai tanaman hias untuk mempercantik halaman rumah sekaligus juga dinikmati buah nya. Tentunya hal ini menyenangkan bila kita dapat memetik dan menikmati sendiri buah naga, buah naga bisa kita petik setiap minggu bila cabang sudah memiliki lebih dari 10 cabang produksi.



Keunggulan menanam buah naga di pot adalah kita bisa memindahkan dan mengatur posisi tanaman buah naga sesuai selera kita. Tapi supaya menghasilkan tanaman buah naga yang produktif tetap mesti mengetahui cara merawat dan memupuk yang benar.

Di bawah ini adalah cara cara  yang di lakukan pada budidaya buah naga di pot :


1. Mempersiapkan Pot


Kita dapat menggunakan semua jenis pot yang berbahan plastic, semen, tanah liat atau drum bekas yang dipotong. Tapi dari pengalaman, yang sangat bagus adalah pot dari tanah liat sebab tanaman buah naga memerlukan perubahan suhu yang drastis dari siang ke malam saat proses pembungaan. Semakin besar pot yang di pakai akan semakin baik, memiliki diameter minimal sekitar 40cm.



2. Mempersiapkan Tiang Penyangga

Tanaman buah naga memerlukan tiang penyangga untuk menyangga agar tidak roboh. Nantinya tiang penyangga akan dililit akar udara dan akan menyangga beberapa cabang produksi yang berat dan sebaiknya dipilih dari bahan yang kuat tapi harus di perhatikan juga supaya  pot jangan sampai tidak kuat menahan berat beban tiang penyangga.

Idealnya tiang penyangga terbuat dari besi beton dengan diameter 8-10 cm, ataupun balok kayu yang kuat dan tahan lama di sebabkan umur tanaman buah naga dapat mencapai puluhan tahun. Tinggi tiang penyangga antara 150-200 cm disesuaikan dengan besar pot. Pada bagian bawah tiang diberi kaki-kaki penguat agar nantinya bisa kuat dan tidak mudah goyah. Pada tiang dari besi beton, bagian yang terpendam dalam tanah bisa diberi aspal untuk menghindari karat. Pada bagian atas tiang penyangga diberi piringan dan berbentuk seperti stir mobil yang fungsinya untuk menyangga cabang-cabang produksi yang banyak.



3. Media Tanam

Sesudah pot dan tiang penyangga selesai dipersiapkan, setelahnya adalah menyiapkan media tanam. Bahan - bahannya adalah tanah, pasir, kompos dan pupuk kandang dengan perbandingan 2:1:3:1. kita juga dapat menambahkan bubuk batu bata merah secukupnya dan dolomit - kapur pertanian - sebanyak 100 g dicampurkan rata dengan bahan - bahan tersebut. Kemudian media tanam disiram air sehingga kondisi jenuh lalu biarkan selama sehari semalam.



4. Menanam bibit

Bibit tanaman naga idealnya dipilih yang besar, berasal dari cabang tua memiliki warna hijau tua keabuan dan bebas dari penyakit. Sebaiknya panjang bibit yang ditanam minimal 30 cm. Selanjutnya bibit ditanam disekitar tiang penyangga dengan kedalaman 10 cm, janganlah terlalu dalam karena akan mengakibatkan pertumbuhan yang kurang bagus. Sesudah ditanam media tanam ditekan-tekan agar bibit tidak mudah roboh. Selanjutnya media tanam disiram dengan air dan diletakkan ditempat terbuka tidak ternaungi yang terkena sinar matahari langsung.



5. Memelihara Tanaman

Memelihara tanaman buah naga yang ditanam di pot tidak jauh berbeda dengan buah naga yang ditanam dikebun yaitu meliputi pemupukan, penyiraman dan pemangkasan cabang yang tidak diperlukan. Selain itu, perlu juga diperhatikan agar tanaman dipastikan menempel dengan baik pada tiang penyangga dan tidak roboh, oleh sebab itu perlu mengikat  batang buah naga kepada tiang dengan menggunakan tali atau kawat dengan bentuk ikatan seperti angka ‘8’ tidak boleh terlalu kencang karena bisa merusak batang atau cabang seiring pertumbuhannya yang semakin membesar.

Cabang hasil pemangkasan dapat ditanam kembali agar menambah jumlah bibit yang dapat di tanam di pot lainnya. Semoga pelatihan pertanian ini bisa bermanfaat.

   

Page 9 of 12

<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>