Bercocok tanam tanpa tanah atau Hidroponik

pelatihan pertanian

User Rating: / 27
PoorBest 
Bercocok tanam tanpa tanah atau Hidroponik - 4.9 out of 5 based on 27 votes

Pastikan anda Like UKM Kecil di Facebook untuk mendapat update inspirasi terbaru. Silahkan Login untuk merating artikel.

 

Bercocok tanam tanpa tanah atau Hidroponik

 

Istilah hidroponik ( hydroponics ) digunakan untuk menjelaskan tentang cara bercocok tanam tanpa menggunakan tanah sebagai media tanamnya. Disini termasuk juga bercocok tanam di dalam pot atau wadah lainnya yang menggunakan air atau bahan porous lainnya, seperti pecahan genting, pasir kali, kerikil, maupun gabus putih. Penemu dari metode hidroponik ini adalah DR. WF. Gericke. Beliau adalah seorang agronomis dari Universitas California, USA. Saat itu beliau berhasil menanam tomat setinggi 3 meter yang penuh buah dan ditanam di dalam bak yang berisi mineral hasil uji cobanya.

Pelatihan pertanian Bercocok tanam tanpa tanah atau Hidroponik

 

Berikut ini adalah beberapa kelebihan bercocok tanam dengan menggunakan sistem hidroponik:

 

  1. Dapat dengan mudah dilakukan pada ruang/tempat yang terbatas dan higienis
  2. Tanaman dapat tumbuh lebih cepat dan penggunaan pupuk bisa lebih hemat
  3. Lebih terjamin dan juga bebas dari serangga dan hawa penyakit
  4. Produksi tanaman dapat lebih tinggi dibanding dengan menggunakan media tanam tanah biasa
  5. Efisien dalam teknis perawatan dan peralatan yang digunakannya
  6. Kualitas tanaman yang dihasilkan akan lebih bagus dan tidak kotor

 

 

Adapun cara menanam hidroponik adalah sebagai berikut ini:

 

Pembibitan

Sangat dianjurkan untuk menggunakan bibit hibrida supaya mutu buah/sayur yang dihasilkan cukup optimal

 

Penyemaian

Penyemeaian sistem hidroponik bisa dengan menggunakan bak dari kayu atau plastik. Bak tersebut berisi campuran pasir yang sudah diayak halus, sekam bakar, kompos dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:1:1. Semua bahan tersebut dicampur rata dan dimasukkan ke dalam bak dengan ketinggian sekitar 7cm. Masukkan biji tanaman dengan jarak 1x1,5 cm. Tutup tisue/karung/kain yang telah dibasahi supaya kondisi tetap lembab. Lakukan penyiraman hanya pada saat media tanam mulai kelihatan kering. Buka penutup setelah biji berubah menjadi kecambah. Pindahkan ke tempat penanaman yang lebih besar bila pada bibit telah tumbuh minimal 2 lembar daun.

 

Persiapan media tanam

Syarat utama media tanam untuk hidroponik adalah mampu menyerap dan menghantarkan air, tidak mudah busuk, tidak mempengaruhi pH, steril, dll. Media tanam yang bisa digunakan dapat berupa gambut, sabut kelapa, sekam bakar, rockwool (serabut bebatuan). Kemudian isi kantung plastik, polibag, pot plastik, karung plastik, atau bantalan plastik dengan media tanam yang sudah disiapkan.

 

 

Pembuatan green house atau rumah kaca

Bercocok tanam secara hidroponik mutlak membutuhkan green house atau rumah kaca. Green house bisa dibuat dari rangka besi, rangka bambu, atau rangka kayu.

Green house ini bisa digunakan untuk menyimpan tanaman kita pada saat tahap persemaian ataupun pada saat sudah dipindah ke media tanam yang lebih besar.

 

Pupuk

Karena media tanam pada sistem hidroponik hanya berfungsi sebagai pegangan akar dan perantara larutan nutrisi, maka pupuk perlu untuk mencukupi kebutuhan unsur hara makro dan mikro perlu pemupukan dalam bentuk larutan yang disiramkan ke media tanam

Kebutuhan pupuk pada sistem hidroponik sama dengan kebutuhan pupuk pada penanaman sistem konvensional.

 

Perawatan tanaman

Perawatan dalam sistem hidropinik pada dasarnya tidak berbeda jauh dengan perawatan pada penanaman sistem konvensional seperti pemangkasan, pembersihan gulma, penyemprotan pupuk daun, dll.

Dalam video ini akan diperlihatkan cara bercocok tanam dengan menggunakan sistem hidroponik

 

Sumber bacaan carapedia.com

 

 


Silahkan di share atau like ke social media di bawah ini supaya lebih banyak lagi yang mendapat manfaat. Copy artikel harus memberikan live link ke sumber artikel

Akses ditolak!
Silahkan Login atau Register Untuk berkomentar!