Home Budidaya Ternak Budidaya Gurame

Budidaya Gurame

User Rating: / 5
PoorBest 
Budidaya Gurame - 3.4 out of 5 based on 5 votes

Pastikan anda Like UKM Kecil di Facebook untuk mendapat update inspirasi terbaru. Silahkan Login untuk merating artikel.

Budidaya Ternak
Written by Dody Tabrani   

Budidaya Ikan Gurame - Osphronemus gouramy

Budidaya ikan gurame
1. Pengenalan

Gurame adalah ikan yang memiliki perkembangan agak lambat namun harganya relatif meningkat setiap waktu. Untuk di wilayah  DKI Jakarta, jenis ikan ini cocok di budidaya karena tidak membutuhkan air yang mengalir. Untuk memberi petunjuk bagi masyarakat yang berminat di bawah ini diuraikan tata cara budidayanya.

2.Jenis Gurame

ikan gurame yang dikenal jenisnya oleh masyarakat berdasarkan bentuknya ada 2 macam yaitu:

1. Gurame angsa / soang
: Ciri cirinya badan relatif panjang, sisik relatif lebar. Ukuran bisa mencapai berat 8 kilogram dan panjang 65 cm.

2. Gurame Jepang
: Ciri cirinya badan relatif pendek dan sisik lebih kecil. Ukuran bisa mencapai hanya 45 centi meter dengan berat kurang dari 4,5 kilogram. Bila dilihat dari warnanya terdapat gurame hitam, putih dan belang.

3. Memilih indukan Gurame


indukan yang digunakan sebaiknya sudah mencapai umur 3 tahun. Untuk membedakan indukan jantan dan betina bisa dilihat dari ciri-ciri sebagai berikut:

1. indukan betina
Ikan gurame betina memiliki dasar sirip dada yang gelap atau berwarna kehitaman, warna dagu ikan betina keputih - putihan atau sedikit coklat, bila diletakkan di lantai maka ikan betina tidak menunjukan reaksi apapun. Sebaiknya yang di gunakan sebagai indukan sudah berumur 3-7 tahun.

2. indukan jantan

Ikan gurame jantan memiliki dasar sirip berwarna terang atau keputih - putihan, memiliki dagu yang berwarna kuning, lebih tebal dari pada betina dan menjulur. indukan jantan apabila diletakkan pada lantai atau tanah akan memperlihatkan reaksi dengan cara mengangkat pangkal sirip ekornya ke atas. Selain mengetahui perbedaan indukan jantan dan betina, harus juga diketahui demi keberhasilan pembenihan gurame ini. indukan yang di gunakan sebaiknya telah berumur 3-7 tahun. Berbeda dengan indukan ikan tambakan, indukan ikan gurame ini semakin bertambah umurnya akan mengeluarkan telur yang semakin banyak, perut akan membulat dan relatif penjang dengan warna badan terang. Usahakan sisik sisiknya tidak cacat atau hilang dan masih dalam keadaan tersusun rapi. indukan betina yang sudah cukup umur dan matang kelamin ditandai dengan perutnya akan membesar ke belakang atau di dekat lubang dubur. Pada lubang anus akan tampak putih kemerah - merahan. Dan jika kita mencoba untuk meraba perutnya akan teras lembek.

4. Pemijahan Gurame

Pemberian air dilakukan pagi - pagi sekali, sehingga menjelang pukul 10:00 kolam sudah berisi air setengahnya. indukan-indukan yang sudah lolos seleksi dimasukkan kedalam kolam dengan hati - hati serta penuh kasih sayang. Perbandingan jumlah antara indukan jantan dan betina biasanya 1 : 1 - 14. Berharap indukan jantan paling sedikit bisa mengawini dua ekor indukan betina dalam satu tarikan. Setelah dilepaskan dalam kolam pemijahan biasanya indukan jantan tidak langsung membangun sarang, tetapi lebih dahulu berjalan - jalan, berenang kesana - sini mengenali wilayahnya. Sesudah 15 hari sejak dilepaskan, indukan jantan biasanya sudah disibukkan oleh kegiatannya membuat sarang.

Diameter sarang biasanya kurang lebih 30 centimeter, yang biasanya dibangun oleh indukan jantan ini selama seminggu. sesudah sarang selesai dibuat, indukan jantan cepat - cepat mencari dan merayu indukan betina untuk bersama sama memijah disarang. indukan betina ini akan menyemprotkan telur - telurnya kedalam sarang melalui lubang sarang yang kecil, kemudian jantan akan menyemprotkan spermanya, yang akhirnya terjadilah pembuahan didalam istana ijuk ini. Tidak seperti halnya ikan mas yang pemijahannya hanya beberapa jam saja, pemijahan ikan gurame ini biasanya berlangsung cukup lama. indukan jantan bertugas menjaga sarang selama pemijahan berlangsung. Sesudah pemijahan usai, biasanya giliran indukan betina yang bertugas menjaga keturunannya, dengan terlebih dahulu menutup lubang sarang dengan ijuk atau rumputan kering. Dengan nalurinya sebagai orang tua yang baik, biasanya indukan betina ini menjaga anaknya dengan tak lupa mengipaskan siripnya terutama sirip ekor kearah sarang. Gerakan sirip indukan betina ini akan meningkatkan kandungan oksigen terlarut dalam air. Air dengan kandungan oksigen yang cukup akan membantu menetaskan telur-telur dalam sarang. Sebab seperti diketahui, telurpun butuh oksigen dalam prosesnya menjadi benih ikan. Sementara dengan kasih sayang indukan betina menjaga keturunanya, indukan jantan akan kembali menyusun sarang dan memikat indukan betina yang lainnya untuk melanjutkan keturunannya. Dari atas kolam kita dapat mengetahui indukan-indukan yang telah memijah tanpa perlu turun ke kolam dengan melihat adanya bau amis, dan terlihat adanya lapisan minyak tepat di atas sarang pemijahan

5. Penetasan Gurame

Penetasan telur dapat dilakukan di paso, aquarium mau pun ember - ember plastik. Cara memindahkan telur dari dalam sarang ke paso atau aquarium dilakukan dengan hati-hati tidak terlalu kasar supaya menghindari agar telur tidak pecah. Sarang bahan dari ijuk yang ada 5 cm dibawah permukaan air dan telah ditutup rapat, diangkat dengan cara dimasukkan kedalam ember yang berisi 3/4 bagian ember. Sarang menghadap ke atas dan ditenggelamkan kemudian perlahan-lahan tutup sarang dibuka, maka telur-telur akan keluar dan mengambang dipermukaan air. Selanjutnya telur diangkat dengan mengunakan piring kecil untuk dipindahkan ke paso aquarium atau bak plastik  yang sudah diisi air bersih yang sudah diendapkan. Penggantian air dilakukan secara rutin agar telur - telur menetas dengan sempurna serta telur yang tidak menetas segera dikeluarkan. Telur akan menetas dalam tempo 30 - 36 jam.

6. Pendederan Gurame


Selama 5 hari benih - benih Gurame belum memerlukan makanan tambahan, karena masih mengisap kuning telur ( yolk sack ). Sesudah melewati masa tersebut benih memerlukan makanan yang harus disuplai dari luar. Oleh karenanya bila masih belum ditebarkan di kolam harus diberi makanan infusoria. Bila benih akan ditebarkan di kolam, kolam harus dikeringkan dan dipupuk dengan pupuk kandang 1 kilogram / meter persegi. Setelah seminggu benih ditebarkan, yaitu ketika air kolam sudah berubah menjadi kehijau - hijauan. Benih gurame umur 7 hari dapat dipasarkan kepada para pendedar dengan system jual sarang sehingga frekwensi pembenihan dapat ditingkatkan. Tebar pendederan memiliki kepadatan 50 - 100 ekor/m2, sementara kolam yang digunakan berkisar 50 - 250 m2.

7. Penutup

Walaupun budidaya ikan gurame relatif membutuhkan waktu lama namun harga jual yang tinggi tetap akan memberi keuntungan. Harga jual Gurame pun relatif stabil di banding ikan lainnya.

Sumber
Dinas Perikanan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta, Jakarta - Indonesia



Silahkan di share atau like ke social media di bawah ini supaya lebih banyak lagi yang mendapat manfaat. Copy artikel harus memberikan live link ke sumber artikel

 

Akses ditolak!
Silahkan Login atau Register Untuk berkomentar!

Joomla templates by a4joomla